nNadBf4NUOi89I6Pr8PooEkMiFP2CaYFpGtgiHtL95E

BELAJARLAH, WALAU DENGAN ANAK KECIL !

 

 

BELAJARLAH, WALAU DENGAN ANAK KECIL !

Muhammad Syauqi Al FatihSelamat pagi para pemuda indonesia yang berkarakter, pagi ini saya mencoba menceritakan sisi lain karakter pemuda Indonesia, bukan tentang pemuda ditingkat SD yang menyebarkan narkoba di 13 propinsi, atau 10ribu siswa SMP dan SMA yang menjadi korban narkoba dan kenakalan lainnya. Namun kali ini saya akan bercerita tentang seorang pemuda SMP yang berusia sekitar 13 tahun yang belum lama bertemu dan sedang dihimpit beban hidup, ayahnya bekerja sebagai supir dan memiliki 1 kakak yang usianya hanya berbeda 1tahunan dengan dia, Bekti namanya.

Dalam heningnya malam, dan udara yang dingin selepas isya Bekti yang Ayahnya adalah seorang supir masih pergi mencari rezeki, yang ibunya sedang mengandung 9 bulan memberanikan diri pergi keluar rumah untuk menawarkan barang yang dimilikinya yaitu Sound speaker aktif merk Sim…a yang belum lama dibeli oleh Ayahnya. Dengan tas hitam yang berisi sound speker aktif, celana ¾ dan menggunakan sandal jepit ditengah malam yang dingin, gemercik hujan yang membasahi jalanan, bekti tetap keluar dengan tanpa menggunakan payung, mulai sampai jalan dan menaiki sebuah angkutan, sambil berlarian dari angkutan menuju tempat yang ditunjunya yaitu toko warnet di daerah jagakarsa jakarta selatan. Ingin apakah bocah seusia itu dimalam yang dingin dan hujan justru malah keluar dari rumahnya ?? Justru berlarian turun dari angkutan menuju warnet, apakah yang diinginkan ??

Yaahh, Ternyata Bekti diminta untuk Ayahnya untuk satu hal yang sangat penting, untuk apa ?? mengapa ?? Bekti, bocah 13 tahun tersebut diminta ayahnya menggadaikan atau bahkan menjual barang yang dimilikinya untuk persiapan kelahiran Adiknya yang masih dikandungan Ibunya 9 bulan yang saat ini belum memiliki biaya untuk biaya persalinan, kakaknya bertugas menjaga ibunya jika sewaktu-waktu butuh bantuan ke tempat persalinan, adik (Bekti) diminta mencari tambahan biaya untuk persalinan adiknya sendiri disamping ayahnya juga terus mencari juga untuk biaya tersebut.

Setelah menawarkan dari 1 tempat, ke tempat warnet lainnya yang belum juga ada yang mau membeli barang tersebut hingga uang yang ia pegang pun sudah tidak ada untuk ia naik angkot, maka jalan satu satunya adalah ia harus berjalan kaki dengan tiupan angin kencang dan gemercik hujan yang membasahinya. Dengan hanya menggunakan kaos tipis, menutupi sound tersebut dalam pelukannya agar tidak terkena rintiknya hujan dimalam yang anginnya begitu kencang , sampailah ia kesebuah warnet yang sedang persiapan tutup dan membereskan barang. Nitro nama warnet tersebut.

Di dalam warnet tersebut ada sepasang suami istri (yang menjaga warnet) yang ingin segera kembali kerumahnya, karena waktu juga sudah sekitar jam 22.00 an. Dengan salam yang halus Bekti menyapa dan mengetuk pintu dengan ucapan salam yang santun, tok tok tok…..Assalamu’alaikum…… lantas disambut dengan perempuan penjaga warnet dan menyampaikan wa’alaikum salam… Maaf de, warnetnya sudah tutup. (karena usia sebaya yang datang biasanya datang untuk bermain warnet, print atau keperluan lainnya). Lantas disambut kata dari Bekti dengan sangat santun namun tegas, Maaf Tante, Om, saya mau jual sound atau menggadainya. Kedua pasangan itu sempat kaget, karena sebelum Bekti datang, beliau sedang merencanakan mengumpulkan uang untuk menambah perlengkapan warnetnya yaitu Sound speaker agar pelanggan lebih nyaman ketika sedang ngenet. Lantas ditanya oleh lelaki dalam warnet, mengapa kamu mo jual. Iya Om, saya mau menjual untuk biaya persalinan adik saya (kedua pasangan itu kaget mendengar alasannya, ketegasan Bekti berkata dan kedewasaan sikap walau usianya baru 13 tahunan). Ketika ditanya kamu sudah bilang dengan ayah dan Ibu kamu ??? kata yang dijawab dengan tegas dan penuh rasa percaya diri dan saya masih merinding ketika mengingat adalah ::

“Sudah, Saya dikasih kepercayaan Ayah untuk menjual speaker ini dengan harga yang terbaik, atau menggadaikannya agar mendapat tambahan uang, sudah diserahkan ke saya,Jawab Bekti dengan  Tegas, Dewasa dan penuh dengan kehormatan tidak ingin dikasihani”

Subhanallah,,, Begitu bahagia orang tua bekti memiliki anak sedewasa itu, begitu tanggung jawab dan penuh dengan kepedulian terhadap keluarganya dan cinta terhadap adiknya walau usianya masih kecil memiliki karakter penolong, peduli dan penuh tanggung jawab.

Sahabat Indonesia berkarakter, semoga bisa menginspirasi kita dipagi hari ini dan memperbaiki terus karakter kita. Maju terus Indonesia, Mari kita bentuk Indonesia Berkarakter.

 

Salam Hangat dari Saya,

Mas Toro – Inspirator Young & Lucky


Fatal error: Uncaught Exception: 12: REST API is deprecated for versions v2.1 and higher (12) thrown in /home/sloki/user/k0562178/sites/indonesia-berkarakter.com/www/wp-content/plugins/seo-facebook-comments/facebook/base_facebook.php on line 1273