nNadBf4NUOi89I6Pr8PooEkMiFP2CaYFpGtgiHtL95E

God is not fair?

Suatu perlombaan lari 400 meter diadakan untuk menguji siapakah manusia tercepat di dunia. Lomba itu sangat diminati oleh banyak orang, oleh karena memiliki hadiah yang sangat besar dan merupakan perlombaan bergengsi. Semua peserta telah bersiap di garis Start dan akan menempuh jarak yang sama, serta memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mencapai garis Finish dan mendapatkan hadiah.

Setelah siap, tanda perlombaa pun dimulai. Sang wasit menembakkan pistol ke udara, 3..2..1, tarr!! Semua peserta pun melesat dengan sigap dan dengan sekuat tenaga dan saling berusaha untuk saling mendahului satu sama lain. Sorak sorai penonton pun bergemuruh menambah serunya pertandingan. Tiba-tiba terjadilah sebuah insiden kecil, pada tikungan kedua, dua orang atlet sepertinya bersinggungan, dan karena gesekan itu keduanya menjadi melambat dan tertinggal oleh pelari lain.

Penonton begitu bersemangat menyaksikan jalannya berlombaan sehingga tidak memperhatikan insiden kecil tersebut. Salah satu atlet yang bersinggungan tadi merasa sangat terganggu dan seketika ia memutuskan untuk berhenti dan menyatakan protes dan berteriak kepada atlet lain, “mengapa engkau menyenggol aku,? Kemudian ia berteriak kepada panitia “ini tidak fair, ada kecurangan dibiarkan saja.” Karena tidak ada yang memberi respon, ia malah berteriak kepada penonton “Ini curang, saya minta pertandingan diulang!

Akibat protes orang itu,  atlet kedua yang bersinggungan dengan orang tersebut menoleh kebelakang dan akhirnya juga semakin tertinggal jauh dari peserta lain, dan juga menjadi kesal. Penonton tidak mempedulikan sama sekali insiden kecil itu. Penonton tidak peduli dengan atlet yang marah tadi. Mereka hanya peduli pada siapa atlet yang paling dulu menyentuh garis Finish. Sorak-sorai penonton tambah gemuruh ketika garis Finish sedikit lagi tercapai. Akhirnya tibalah saatnya ketika sang juara menyentuh garis Finish, dua atlet menyentuh garis Finish secara bersamaan. Seluruh penonton berdiri memberikan applause meriah.

Siapakah juaranya? Tidak penting mengetahui siapa yang menjadi juara. Hal yang pasti, atlet yang kalah sudah jelas, yaitu atlet yang tidak meneruskan perlombaan dan terus marah-marah tadi.

Dalam kehidupan ini, kita sering mendengar lontaran kata-kata bernada kecewa yang keluar dari mulut seseorang dengan berkata, “God is not fair!” karena pada saat itu Tuhan tidak berpihak pada keinginan dia.

Cerita tentang tiga atlet tadi menunjukkan kepada kita bahwa terkadang kita merasa dunia ini tidak adil, karena hidup tidak berjalan sesuai dengan keinginan kita melainkan sesuai dengan kehidupan itu sendiri.

Dunia seperti perlombaan yang menentukan siapa menang dan siapa yang kalah. Diri kitalah yang menentukan, jika siap bersaing, dan selalu bangkit dari kegagalan, tidak putus asa, tidak menyalahkan kegagalan pada lingkungan atau orang lain maka dialah Sang Pemenang.

Jangan pernah mengatakan God is not fair, mungkin kita yang tidak fair terhadap diri kita sendiri karena kenyataannya God is always fair (Tuhan selalu adil) sesuai kehendak-Nya.

Sumber : Buku : Fight Like a Tiger Win Like a Champion

Salam Mantab! IB Training & Consultancy

@IBerkarakter


Fatal error: Uncaught Exception: 12: REST API is deprecated for versions v2.1 and higher (12) thrown in /home/sloki/user/k0562178/sites/indonesia-berkarakter.com/www/wp-content/plugins/seo-facebook-comments/facebook/base_facebook.php on line 1273